Bacaan Tajwid Al Qur'an Lengkap Dan Contohnya

Bacaan Tajwid Al Qur'an Lengkap Dan Contohnya - Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Sedangkan Tajwid adalah tata cara (pengaturan) membaca Al-Qur’an beserta hukum-hukumnya dengan menggunakan 26 huruf hijaiyyah. Secara lughat (bahasa) kata "Tajwid" berarti "Tahsin" (memperbaiki), sedangkan menurut istilah adalah: "Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya, serta memberi hak-haknya, seperti: jelas kuat, lemah dan sifat-sifat huruf, seperti: tebal, tipis, al-jahr, isti'la, istifal dan lain-lain.

Tajwid Al Qur'an

Tajwid secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid berasal dari kata Jawwada dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran maupun bukan. 

Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf), shifatul huruf (cara pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida' (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani.

Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran. Para ulama menyatakan bahwa hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardhu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca al-Quran adalah fardhu ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukallaf atau dewasa.

Tujuan dan Keutamaan mempelajari Ilmu Tajwid

Tujuan mempelajari ilmu Tajwid adalah agar dapat membaca ayat-ayat Al-Qur'an secara betul (fasih) sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah saw. serta dapat memelihara lisannya dari kesalahan-kesalahan ketika membaca al-Qur'an. Juga agar dapat memelihara bacaan Al-Quran dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan (mulut) dari kesalahan membaca

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

Mempelajari ilmu tajwid hukumnya fardhu Kifayah dan mengamalkannya fardhu 'ain bagi setiap pembaca al-Qur'an (qari') dari umat Islam.

Sebagaimana firman Allah swt.:'Dan bacalah al-Qur'an secara tartil' Dan sabda Nabi Muhammad saw.:'Bacalah al-Qur'an dengan lagu orang-orang Arab dan janganlah kamu melagukan seperti orang-orang fasik dan orang orang sombong, karena sesungguhnya akan datang beberapa kaum (golongan) sesudah aku (nabi saw.) yang suka mengulang-ngulang bacaan al-qur'an (seperti mengulang-ulang nyanyian dengan bunyi-bunyian musik) sambil meratap-ratap, mereka membaca al-Qur'an tidak melalui tenggorokan dan tidak memikirkan artinya, hati mereka berpaling dari tujuan membaca al-Qur'an dan hati orang yang heran (mengagumi tingkah laku mereka)'.

Bacaan Tajwid Al Qur'an & Hukum Ilmu Tajwid


Hukum Alif Lam ( ال )

Alif Lam ( ال) terbagi kepada 2 macan yakni Alif Lam Syamsiyah dan Alif Lam Qamariyah.

1. Alif Lam Qamariyah ialah Alif Lam ( ال) yang pada sesuatu huruf (Qamariyah) Alif Lam tersebut dibaca terang atau jelas, bunyinya seperti : "L".

Huruf Alif Lam Qamariyah ada 14 yaitu : ا ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و هـ ي

Contoh : وَالْحَمْدُ (wal-hamdu), اَلْهَادِى (al-haadi)

"Jadi Alif lam mati atau Alif lam yang ada tanda sukun ( ْ ), nya itu di baca jelas.

2. Alif Lam Syamsiyah yaitu jika Alif Lam ( ال) diiringi oleh sesuatu huruf (Syamsiyah) Alif Lam tersebut hilang atau tidak dibaca atau dileburkan, dimasukan kedalam huruf yang ada di hadapannya.

Huruf Alif Lam Syamsiyah ada 14 yaitu : ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

Contoh : وَالشَّمْسِ (wasy-syamsi), وَالضُّحَى (wadh-dhuha)

"Karena ada tanda tasydid/syiddah (seperti huruf w) di atas huruf (ش), maka alif lam mati ini tidak di baca.

Mim مّ - Nun نّ

Hukum bacaan dari huruf Mim dan Num yang bertasydid/syiddah wajib dibaca ghunnah dan panjangnya 2-3 harkat.

Contoh : اَلنَّاسُ - ثُمَّـ

Cara bacanya: membunyikan sambil mendengung, seperti contoh di atas ini cara bacannya kaya gini (tsum-ma & an-naasu atau an-naas).

Num mati نْ - Tanwin ـــًــ ــــٍـ ـــٌـ

Jika Num mati dan Tanwin bertemu / menghadapi huruf Hijaiyah, maka huruf tersebut terbagi kepada 4 hukum/macam yaitu Izhar, Idgham, Ikhfa dan Iqlab.

1. Izh-har (Izh-har Halqi) ialah jika Num mati atau Tanwin bertemu dengan huruf Izh-har maka dibaca terang/jelas/tegas berbunyi "N" dengan tidak memakai Ghunnah atau tidak usah ditekan atau disentakkan.

Huruf Izh-har أ ه ع ح غ خ , Kenapa disebut Izh-har Halqi, karena huruf-huruf tersebut adalah huruf yang keluar dari tenggorokan.

Nun Mati bertemu dengan Huruf Izh-har ada 2 macam :
  • Num mati pada satu kalimat, Huruf Izh-har dikalimat lain, contoh dan cara bacanya nya seperti ini :مَنْ أُوتِيَ di baca (man-uutiya).
  • Num mati dan Huruf Izh-har bertemu dalam satu kalimat, contoh يَنْهَوْنَ di baca (yan-hauna)
Tanwin bertemu dengan Huruf Izh-har hanya ada satu macam, yakni Tanwin disatu kalimat, Huruf Izh-har dikalimat lain, contoh : قَوْمًاغَيْرَكُمْ di baca (qouman-ghoirrokum) أَجْرٌ غَيْرُ di baca (ajrun-ghoiru).

2. Idgham yaitu bunyi Num Mati atau Tanwin dilebur dan dimasukan kedalam sesuatu huruf Idgham yang 6 yakni : ي ن م و ل ر

Dan Idgham sendiri terbagi kepada 2 macan yaitu :
  • Idgham bighunnah ialah Idgham yang memakai ghunnah (dengung kehidung), dan hurufnya ada 4 : ي ن م و contoh : اَنْ يَتُوْبُ (an-yatuubu dibacanya jadi ay-yatuubu), لِقَوْمٍ يُوْقِنُوْنَ (liqoumin-yuuqinuuna, dibacanya jadi liqoumiy-yuuqinuuna).
  • Idgham bila ghunnah adalah Idgham yang tidak memakai dengun kehidung, hurufnya ada 2 yakni : ل ر contoh : مِنْ لَدُنْكِ (min-ladunki, dibacanya jadi mil-ladunki), غَفُوْرٌرَحِيْمٍ (ghofuurun-rohiimin, dibacanya jadi ghofuurur-rohiimin).
KETERANGAN:

Bila Nun Mati bertemu dengan huruf Idgham dalam satu kalimat, maka tidak jadi Idgham, tetapi tetap Izhhar.

Contoh : قِنْوَانٌ (dibaca qin-waanun), الدُّنْيَا (dibaca addun-yaa).

3. Ikhfa ialah menyembunyikan atau menyamarkan bunyi Nun Mati atau Tanwin, dibaca antara "N" dengan bunyi huruf yang ada dihadapannya, tetapi pada umumnya berbunyi "NG".

Huruf Ikhfa ada 15 yaitu : ت, ث, ج, د, ذ, ز, س, ش, ص,ض, ط, ظ, ف, ق, ك

Nun Mati bila bertemu dengan huruf Ikhfa ada 2 macan :
  • Nun Mati disatu kalimat, huruf Ikhfa dikalimat lain, contoh : فَمَنْ تَبِعَ (faman-tabi'u dibacanya jadi famang-tabi'u)
  • Nun Mati dengan huruf Ikhfa bertemu disatu kalimat, contoh مَنْضُوْدٍ (mandhuudin dibacanya jadi mangdhuudin)
Tanwin bila bertemu dengan huruf Ikhfa ada satu macam yakni Tanwin disatu kalimat, huruf Ikhfa dikalimat lain, contoh : جَنّتٍ تَجْرِى (jannatin-tajrii dibacanya jadi jannating-tajrii).

PERLU DIPERHATIKAN

Bila Nun Mati atau Tanwin bertemu dengan huruf ق, ك , maka bunyinya berubah menjadi "NG"

Contoh : كُتُبٌ قَيِّمَةٌ (kutubungng-qayyimah), مِنْكُمْ (mingng-kum)

Bila Nun Mati atau Tanwin bertemu dengan huruf ف, maka bunyinya berubah menjadi "MM" (akan tetapi mulut tidak tertutup rapat, masih ada udara yang keluar ketika membacanya.

Contoh : مُنْفَكِّينَ (mung-fakkiina).

Jadi intinya jika Nun Mati atau Tanwin bertemu salah satu huruf Ikhfa, maka dibacanya jadi "NG".

4. Iqlab ialah bila Nun Mati atau Tanwin menghadapi huruf ب , maka bunyinya berubah menjadi "M".

Contoh dan cara bacanya : سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ (samiiun-bashiirun dibcanya jadi samiiumm-bashiirun), مِنْ بَعْدِ (min-ba'di dibacanya jadi mimm-ba'di).

Hukum Idgham

Idgham ialah bunyi suatu huruf dilebur dan dimasukan kedalam huruf yang ada dihadapannya.

Macam-Macam Idgham

Idgham ada 3 macam :

1. Idgham Mutamatsilain ialah mengIdghamkan suatu huruf kedalam huruf yang sejenis/sama yang ada dihadapannya.

contohnya seperti ini : قَدْ دَخَلُوْا (دْ - د) (di bacanya jadi qadd-dakhaluu), (بْ - ب) اِضْرِبْ بِعَصَاكَ (di bacanya jadi idlribb-bi'ashaaka).

PERLU DIPERHATIKAN

Bahwa Idgham Mutamatsilain atau Idgham Mitslain atau Idgham Mimi sebenarnya sama saja, namun kenapa disebut Idgham Mimi? karena apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (م), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung.

Disebut dengan Idgham Mitslain/Idgham Mimi sebab terjadinya pertemuan dari dua huruf hijaiyah yang makhraj dan juga sifatnya adalah sama persis atau identik, akan tetapi khusus bagi huruf hijaiyah Mim Sukun (Mim Mati) yang bertemu dengan huruf Mim yang mempunyai harakat.

Contoh : لَهُمْ مَايَتَقُوْنَ (cara bacanya lahummmmaa-yattaquuna), رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ (rabbihimmm-mingkulli).

2. Idgham Mutajanisain ialah mengidghamkan suatu huruf kedalam huruf lain yang makhrajnya (tempat keluar huruf tersebut) sama, tetapi bunyinya sedikit berlainan.

Contoh dan cara bacanya : دْ - ت) مَا عَبَدْتُمْ ) di bacanya jadi maa-a'battum, تْ - ط) وَقَالَتْ طَّائِفَةٌ) , di bacanya jadi wa qaalath-thaaifatun

Cara bacanya ialah dengan mentasydidkan huruf yang ke dua, yang berarti huruf pertama diabaikan.

3. Idgham Mutaqoribain ialah mengidghamkan suatu huruf kedalam huruf lain yang kedua bunyi huruf tersebut hampir sama.

Contoh dan cara bacanya : ثْ - ذ) يَلْهَثْ ذَّلِكَ) dibacanya jadi yalhadzdz-dzaalika, (قْ - ك) أَلَمْ نَخْلُقْكُّمْ dibacanya jadi alam-nakhlukk-kum.

Hukum Ra

Demikianlah beberapa contoh atau bacaan tajwid yang harus kita ketahui, agar didalam kita membaca Al Qur'an tidak salah dalam menyebut atau membacanaya. Semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.