Bacaan Surat Yasin Arab Latin Dan Artinya

Surat Yasin atau Surah Ya Sin Yaseen adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an. Surat Yaasiin terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Jin. Dinamai Yaasiin karena dimulai dengan huruf Yaasiin. Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Al Quran, maka demikian pula arti Yaasiin yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah bersumpah dengan Al Quran bahwa Muhammad s.a.w. benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul.

Pokok-pokok isinya, menceritakan tentang Keimanan seperti Bukti-bukti adanya hari berbangkit, Al Quran bukanlah syair, ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah, syurga dan sifat-sifat-Nya yang disediakan bagi orang-orang mukmin; mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya, anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.  Kemudian Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.s dengan penduduk Anthakiyah. Dan lain-lain, Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik; Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan; semua bintang- bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah; ajal dan hari kiamat datangnya secara tiba- tiba; Allah menghibur hati Rasulullah s.a.w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Surat Yasin (Surah Yaseen)


بسم الله الرحمن الرحيم
(Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang)
Terjemahan Text Qur'an Ayat
Yaa Siin. يس 1
Demi Al Qur'an yang penuh hikmah, وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ 2
sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul, إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ 3
(yang berada) di atas jalan yang lurus, عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ 4
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ 5
agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai. لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ 6
Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman. لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ 7
Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلالا فَهِيَ إِلَى الأذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ 8
Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ 9
Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman. وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ 10
Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ 11
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lohmahfuz). إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ 12
Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka; وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ 13
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu". إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ 14
Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka". قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا تَكْذِبُونَ 15
Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ 16
Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". وَمَا عَلَيْنَا إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ 17
Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ 18
Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas". قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ 19
Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu, وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ 20
ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. اتَّبِعُوا مَنْ لا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ 21
Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? وَمَا لِيَ لا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ 22
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudaratan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikit pun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَنُ بِضُرٍّ لا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلا يُنْقِذُونِ 23
Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ 24
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku. إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ 25
Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ 26
apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan". بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ 27
Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya. وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ 28
Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati. إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ 29
Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ 30
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لا يَرْجِعُونَ 31
Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami. وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ 32
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan. وَآيَةٌ لَهُمُ الأرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ 33
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ 34
supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ أَفَلا يَشْكُرُونَ 35
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ 36
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ 37
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ 38
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ 39
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ 40
Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan, وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ 41
dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ 42
Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلا صَرِيخَ لَهُمْ وَلا هُمْ يُنْقَذُونَ 43
Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika. إِلا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ 44
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling). وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ 45
Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ 46
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata". وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ مُبِينٍ 47
Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?" وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ 48
Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. مَا يَنْظُرُونَ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ 49
Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya. فَلا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ 50
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ 51
Mereka berkata: "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ 52
Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami. إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ 53
Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. فَالْيَوْمَ لا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ 54
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ 55
Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلالٍ عَلَى الأرَائِكِ مُتَّكِئُونَ 56
Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ 57
(Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ 58
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat. وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ 59
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu", أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ 60
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ 61
Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan? وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ 62
Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya). هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ 63
Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ 64
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 65
Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya). وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ 66
Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali. وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلا يَرْجِعُونَ 67
Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan? وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ 68
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan, وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ 69
supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ 70
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ 71
Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan. وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ 72
Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلا يَشْكُرُونَ 73
Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ 74
Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka. لا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ 75
Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan. فَلا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ 76
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! أَوَلَمْ يَرَ الإنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ 77
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" وَضَرَبَ لَنَا مَثَلا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ 78
Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ 79
yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu." الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الأخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ 80
Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى وَهُوَ الْخَلاقُ الْعَلِيمُ 81
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ 82
Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan. فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ 83
Surah Yasin Latin
  1. Yaa siin
  2. Wal quraanil hakiim(i)
  3. Innaka laminal mursaliin(a)
  4. 'Ala shiraathin mustaqiimin
  5. Tanziilal 'aziizir-rahiim(i)
  6. Litundzira qauman maa undzira aabaa'uhum fahum ghaafiluun(a)
  7. Laqad haqqal qaulu 'ala aktsarihim fahum laa yu'minuun(a)
  8. Innaa ja'alnaa fii a'naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqaani fahum muqmahuun(a)
  9. Waja'alnaa min baini aidiihim saddan wamin khalfihim saddan fa-aghsyainaahum fahum laa yubshiruun(a)
  10. Wasawaa-un 'alaihim aandzartahum am lam tundzirhum laa yu'minuun(a)
  11. Innamaa tundziru maniittaba'adz-dzikra wakhasyiyar-rahmana bil ghaibi fabasy-syirhu bimaghfiratin wa-ajrin kariimin
  12. Innaa nahnu nuhyiil mauta wanaktubu maa qaddamuu waaatsaarahum wakulla syai-in ahshainaahu fii imaamin mubiinin
  13. Waadhrib lahum matsalaa ashhaabal qaryati idz jaa-ahaal mursaluun(a)
  14. Idz arsalnaa ilaihimuutsnaini fakadz-dzabuuhumaa fa'azzaznaa bitsaalitsin faqaaluuu innaa ilaikum mursaluun(a)
  15. Qaaluuu maa antum ilaa basyarun mitslunaa wamaa anzalar-rahmanu min syai-in in antum ilaa takdzibuun(a)
  16. Qaaluuu rabbunaa ya'lamu innaa ilaikum lamursaluun(a)
  17. Wamaa 'alainaa ilaal balaaghul mubiin(u)
  18. Qaaluuu innaa tathai-yarnaa bikum la-in lam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa 'adzaabun aliimun
  19. Qaaluuu thaa-irukum ma'akum a-in dzukkirtum bal antum qaumun musrifuun(a)
  20. Wajaa-a min aqshal madiinati rajulun yas'a qaala yaa qaumiittabi'uul mursaliin(a)
  21. Attabi'uu man laa yasalukum ajran wahum muhtaduun(a)
  22. Wamaa liya laa a'budul-ladzii fatharanii wa-ilaihi turja'uun(a)
  23. Aattakhidzu min duunihi aalihatan in yuridnir-rahmanu bidhurrin laa tughni 'annii syafaa'atuhum syai-an walaa yunqidzuun(i)
  24. Innii idzan lafii dhalalin mubiinin
  25. Innii aamantu birabbikum faasma'uun(i)
  26. Qiilaadkhulil jannata qaala yaa laita qaumii ya'lamuun(a)
  27. Bimaa ghafara lii rabbii waja'alanii minal mukramiin(a)
  28. Wamaa anzalnaa 'ala qaumihi min ba'dihi min jundin minassamaa-i wamaa kunnaa munziliin(a)
  29. In kaanat ilaa shaihatan waahidatan fa-idzaa hum khaamiduun(a)
  30. Yaa hasratan 'alal 'ibaadi maa ya'tiihim min rasuulin ilaa kaanuu bihi yastahzi-uun(a)
  31. Alam yarau kam ahlaknaa qablahum minal quruuni annahum ilaihim laa yarji'uun(a)
  32. Wa-in kullun lammaa jamii'un ladainaa muhdharuun(a)
  33. Waaayatun lahumul ardhul maitatu ahyainaahaa wa-akhrajnaa minhaa habban faminhu ya'kuluun(a)
  34. Waja'alnaa fiihaa jannaatin min nakhiilin wa-a'naabin wafajjarnaa fiihaa minal 'uyuun(i)
  35. Liya'kuluu min tsamarihi wamaa 'amilathu aidiihim afalaa yasykuruun(a)
  36. Subhaanal-ladzii khalaqal azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardhu wamin anfusihim wamimmaa laa ya'lamuun(a)
  37. Waaayatun lahumullailu naslakhu minhunnahaara fa-idzaa hum muzhlimuun(a)
  38. Wasy-syamsu tajrii limustaqarrin llahaa dzalika taqdiirul 'aziizil 'aliim(i)
  39. Wal qamara qaddarnaahu manaazila hatta 'aada kal 'urjuunil qadiim(i)
  40. Laasy-syamsu yanbaghii lahaa an tudrikal qamara walaallailu saabiqunnahaari wakullun fii falakin yasbahuun(a)
  41. Waaayatun lahum annaa hamalnaa dzurrii-yatahum fiil fulkil masyhuun(i)
  42. Wakhalaqnaa lahum min mitslihi maa yarkabuun(a)
  43. Wa-in nasya' nughriqhum falaa shariikha lahum walaa hum yunqadzuun(a)
  44. Ilaa rahmatan minnaa wamataa'an ila hiinin
  45. Wa-idzaa qiila lahumuuttaquu maa baina aidiikum wamaa khalfakum la'allakum turhamuun(a)
  46. Wamaa ta'tiihim min aayatin min aayaati rabbihim ilaa kaanuu 'anhaa mu'ridhiin(a)
  47. Wa-idzaa qiila lahum anfiquu mimmaa razaqakumullahu qaalal-ladziina kafaruu lil-ladziina aamanuu anuth'imu man lau yasyaa-ullahu ath'amahu in antum ilaa fii dhalalin mubiinin
  48. Wayaquuluuna mata hadzaal wa'du in kuntum shaadiqiin(a)
  49. Maa yanzhuruuna ilaa shaihatan waahidatan ta'khudzuhum wahum yakhish-shimuun(a)
  50. Falaa yastathii'uuna taushiyatan walaa ila ahlihim yarji'uun(a)
  51. Wanufikha fiish-shuuri fa-idzaa hum minal ajdaatsi ila rabbihim yansiluun(a)
  52. Qaaluuu yaa wailanaa man ba'atsanaa min marqadinaa hadzaa maa wa'adar-rahmanu washadaqal mursaluun(a)
  53. In kaanat ilaa shaihatan waahidatan fa-idzaa hum jamii'un ladainaa muhdharuun(a)
  54. Fal yauma laa tuzhlamu nafsun syai-an walaa tujzauna ilaa maa kuntum ta'maluun(a)
  55. Inna ashhaabal jannatil yauma fii syughulin faakihuun(a)
  56. Hum wa-azwaajuhum fii zhilalin 'alal araa-iki muttaki-uun(a)
  57. Lahum fiihaa faakihatun walahum maa yadda'uun(a)
  58. Salaamun qaulaa min rabbin rahiimin
  59. Waamtaazuul yauma ai-yuhaal mujrimuun(a)
  60. Alam a'had ilaikum yaa banii aadama an laa ta'buduusy-syaithaana innahu lakum 'aduu-wun mubiinun
  61. Wa-anii'buduunii hadzaa shiraathun mustaqiimun
  62. Walaqad adhalla minkum jibilaa katsiiran afalam takuunuu ta'qiluun(a)
  63. Hadzihi jahannamullatii kuntum tuu'aduun(a)
  64. Ashlauhaal yauma bimaa kuntum takfuruun(a)
  65. Al-yauma nakhtimu 'ala afwaahihim watukallimunaa aidiihim watasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun(a)
  66. Walau nasyaa-u lathamasnaa 'ala a'yunihim faastabaquush-shiraatha fa-anna yubshiruun(a)
  67. Walau nasyaa-u lamasakhnaahum 'ala makaanatihim famaaastathaa'uu mudhii-yan walaa yarji'uun(a)
  68. Waman nu'ammirhu nunakkishu fiil khalqi afalaa ya'qiluun(a)
  69. Wamaa 'allamnaahusy-syi'ra wamaa yanbaghii lahu in huwa ilaa dzikrun waquraanun mubiinun
  70. Liyundzira man kaana hai-yan wayahiqqal qaulu 'alal kaafiriin(a)
  71. Awalam yarau annaa khalaqnaa lahum mimmaa 'amilat aidiinaa an'aaman fahum lahaa maalikuun(a)
  72. Wadzallalnaahaa lahum faminhaa rakuubuhum waminhaa ya'kuluun(a)
  73. Walahum fiihaa manaafi'u wamasyaaribu afalaa yasykuruun(a)
  74. Wa-attakhadzuu min duunillahi aalihatan la'allahum yunsharuun(a)
  75. Laa yastathii'uuna nashrahum wahum lahum jundun muhdharuun(a)
  76. Falaa yahzunka qauluhum innaa na'lamu maa yusirruuna wamaa yu'linuun(a)
  77. Awalam yara-insaanu annaa khalaqnaahu min nuthfatin fa-idzaa huwa khashiimun mubiinun
  78. Wadharaba lanaa matsalaa wanasiya khalqahu qaala man yuhyiil 'izhaama wahiya ramiimun
  79. Qul yuhyiihaal-ladzii ansyaahaa au-wala marratin wahuwa bikulli khalqin 'aliimun
  80. Al-ladzii ja'ala lakum minasy-syajaril akhdhari naaran fa-idzaa antum minhu tuuqiduun(a)
  81. Awalaisal-ladzii khalaqas-samaawaati wal ardha biqaadirin 'ala an yakhluqa mitslahum bala wahuwal khalaaqul 'aliim(u)
  82. Innamaa amruhu idzaa araada syai-an an yaquula lahu kun fayakuun(u) 
  83. Fasubhaanal-ladzii biyadihi malakuutu kulli syai-in wa-ilaihi turja'uun(a)
Surat Yasin mengemukakan tentang Al Quran, kanabian Muhammad, menegaskan adanya hari berbangkit disertai bukti-buktinya baik bukti-bukti alamiyah maupun bukti-bukti akliyah; kemudian mengemukakan beberapa perumpamaan diantaranya dengan mengemukakan kisah utusan-utusan Nabi Isa Almasih a.s dengan penduduk Anthakiyah. Kesemuanya dikemukakan sebagai penghibur hati Rasulullah s.a.w. dan untuk menambah keyakinan orang-orang yang beriman yang sedang mengalami tekanan-tekanan dari kaum musyrikin.

HUBUNGAN SURAT YASIN DENGAN SURAT ASH SHAFFAAT

  • Pada surat Yaa Siin disebut secara umum tentang umat-umat yang telah dihancurkan Allah karena ingkar kepada-Nya, sedang surat Ash Shaffaat menjelaskannya dengan menyebut kisah-kisah Nuh a.s., Isa a.s. dengan kaumnya.
  • Pada akhir surat Yaasiin disebut secara umum keadaan orang-orang mukmin dan orang-orang kafir di hari kiamat, sedang surat Ash Shaffaat menjelaskannya.
  • Pada surat Yaasiin disebutkan tentang kekuasaan Allah membangkitkan manusia dan menghidupkannya kembali, karena Dia-lah yang menciptakan mereka dan Dia-lah yang menghendaki demikian, sedang surat Ash Shaffaat menjelaskan lebih luas dengan mengemukakan contoh-contoh yang berhubugnan dengan itu.

    PENJELASAN
    Surat Yasin ayat 9

    وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ
    Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

    Jadi maksud dan arti dari surat yasin ayat 9 ini adalah :

    "Dan Kami adakan atau Jadikan di hadapan mereka dinding/sekatan" maksudnya ialah (sifat tamak serta gila terhadap harta benda dan pangkat yang menghalangi mereka daripada memandang kepada keburukan dan kesingkatan masa dunia yang ada.

    "Dinding di belakang mereka pula" maksudnya ialah (Alloh SWT juga telah menurunkan penghalang yang menghalangi mereka daripada memikirkan azab yang ada pada hari kiamat).

    "Dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat." Maksudnya ialah (Mereka tidak dapat melihat jalan yang benar)
    Surat yasin ayat 9 ini dikaitkan dengan sebuah kisah yakni ketika Rasulullah SAW dikepung di kediamannya oleh kaum kafir Quraisy yang berniat untuk membunuhnya, Namun, dengan kekuasaan Allah SWT, mereka tidak dapat melihat Nabi yang pada akhirnya Beliaupun lolos dari kepungan mereka.

    Dan banyak orang yang menyebutkan bahwa surat yasin ayat 9 ini bisa dijadikan amalan dan do'a keselamatan dan perlindungan diri, namun dalam melaksakan ibadah, harus ada contoh dan tentunya kita harus mempunyai dasar, landasan kuat dan sumber yang tentu saja harus dan bisa dibuktikan keshahihannya, karena jika kita melakukan sesuatu tanpa adanya contoh dari Rasulullah SAW, maka itu termasuk Bid'ah dan tentu saja itu merupakan dosa besar meskipun terlihat baik jika dilakukan. 

    Jadi admin sarankan jika anda berniat menjadikan surat yasin ayat 9 ini untuk menjadi amalan, sebaiknya cari atau tanya kepada ustadz tentang ayat atau hadist shahih yang menerangkan bahwa surat yasin ayat 9 ini bisa dijadikan amalan dan do'a keselamatan dan perlindungan diri, karena apa-apa dalam bentuk ibadah tanpa adanya contoh dari Rasulullah SAW, maka itu disebut Bid'ah.
    Surat Yasin ayat 36

    سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

    Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
    Katanya Do'a ini sangat mustajab bila di amalkan dan di gunakan secara istiqomah, dan banyak orang juga menyebutkan bahwa surat yasin ayat 36 ini bisa dijadikan sebagai do'a pengasihan untuk memikat hati seorang perempuan atau laki-laki yang di harapkan, dan memang Allah SWT memerintahkan supaya kita selalu berdo'a dan meminta kepada-NYA, entah itu jodoh, rezeki ataupun yang lainnya.

    Namun tetap saja kita harus menyakan terlebih dahulu kepada orang yang mengerti seperti ustadz tentang surat yasin ayat 36 ini, apakah hadistnya terus shahih enggaknya dan sebagainya karena sudah dijelaskan bahwa bentuk ibadah tanpa adanya contoh dari Rasulullah SAW, maka itu disebut Bid'ah, dan Bid'ah itu merupakan dosa besar.
    Surat Yasin ayat 51

    وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ
    Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
    Maksud dari surat yasin ayat 51 ini "Dan ditiuplah sangkalala". maksudnya adalah Malaikat Isrofil melakukan tiupan yang kedua, karena pada tiupan pertama sudah dilakukan di ayat sebelumnya yang membuat alam semesta hancur dan manusiapun mati semuanya. "maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera keluar dari dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka." setelah sangkalala kedua ditiup maka manusia bangkit  dari kubur seperti orang bangun tidur lalu digiring oleh para malaikat untuk menghadap Allah SWT.
    Surat Yasin ayat 58

    سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ
    (Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
    Banyak alhi tafsir dan orang menyebutkan bahwa siapa saja yang membaca Surat Yasin ayat 58 ini dan diulang sebanyak 7 kali, maka katanya insya allah dengan izin Allah yang Maha Esa semua hajat kita akan dikabulkan, entah itu minta jodoh, minta pengampuna dari dosa, minta rezeki, minta anak soleh dan sebagainya.

    Memang pada dasarnya semua do'a yang berasal dari ayat atau kitab suci Al Qur'an memang tidak ada keraguan, dan tentu saja semuanya pasti mustajab, namun perlu di ingat kembali bahwa meskipun do'a atau dzikir yang kita lakukan itu terlihat baik, tapi apabila tidak ada contoh dari Rasulullah SAW, maka tetap saja itu tidak akan dihitung sebagai amalam, melainkan sebaliknya.

    Jadi admin sarankan sebaiknya anda bertanya terlebih dahulu kepada orang yang lebih tahu dalam hal ini ustadz tentang hadist shahih dan keterangan yang menyebutkan tentang surat yasin ayat 58 yang bisa dijadikan do'a dan diamalkan ini, sebab jika anda tidak tahu dasar dan ilmunya maka anda akan berdosa, meskipun yang anda lakukan itu menurut anda benar. Karena tentu saja ibadah tanpa adanya contoh dari Rasulullah SAW, maka itu disebut Bid'ah, dan Bid'ah itu merupakan dosa besar.
    Surat Yasin ayat 63

    هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
    Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya).
    Maksud dari surat yasin ayat 63 ini adalah azab yang pernah diperingatkan oleh para rasul, namun mereka malah mendustakannya.

    Arti dari kata "mereka" disini juga berlaku untuk kita yang hidup dizaman sekarang, karena tentu saja entah manusia yang hidup dizaman dulu ataupun manusia yang hidup dizaman sekarang jika berbuat dosa maka jaminannya adalah neraka jahanam, kecuali bagi mereka yang mau bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
    Surat Yasin ayat 65

    الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
    Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
    Surat Yasih ayat 65 ini menceritakan keadaan orang-orang kafir dan munafik kelak di hari kiamat yang mengingkari perbuatan jahat mereka di dunia, Kemudian Allah SWT mengunci mulut mereka dan membiarkan semua anggota tubuh lainnya yang berbicara untuk menjadi saksi atas apa yang telah mereka perbuat. 

    Ada beberapa hadist yang menerangkan tentang surat yasin ayat 65 ini, namun admin hanya akan membahas atau isi pokoknya saja, jadi jika anda ingin tahu lebih jelasnya lagi mengenai hadist untuk surat yasin ayat 65 ini, silahkan bisa di baca di Bulughul Maram yakni buku yang memuat hadist-hadist shohih atau bisa mencari referensi yang shahih hadistnya atau bisa tanya langsung ke ustadz.
    Surat Yasin ayat 82

    إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
    Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
    Surat Yasin ayat 82 ini menerangkan betapa mudah bagi Allah SWT untuk menciptakan sesuatu, dan apabila Allah SWT menghendaki untuk menciptakan suatu makhluk, cukuplah Allah berfirman: "Jadilah", maka dengan serta merta terwujudlah makhluk itu, maka sudah jelas makna dari Surat Yasin 82 ini adalah sebagai ungkapan bahwa Allah SWT maha Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang Ia kehendaki.
    Semua ayat suci Al Qur'an sangat istimewa, dan tentu saja keistewaan tersebut tidak dapat dibandingkan dengan apapun di dunia ini, dalam Surat Yasin khususnya banyak ahli tafsir dan orang yang ahli agama menilai bahwa surat yasin ini memiliki banyak keistemewaan jika terus di baca, dan berikut diantaranya:
    Keistimewaan Surat Yasin
    • Diampuni dosa-dosa
    • Dianggap mati syahid
    • Mempermudah segala urusan
    • Mendapatkan ketenangan hati
    • Terhindar dari siksa kubur
    • Mempermudah sakaratul maut
    • Meningkatkan keimanan
    • Segala hajat dikabulkan
    • Membantu pengampunan agar diterima Allah Ta’ala
    • Memperoleh pahala berlipat ganda
    • Mendapatkan kemuliaan
    • Dianggap sebagai keluarga oleh Allah Ta’ala
    • Pemberi syafa’at di akhirat kelak
    • Jiwa akan bersih
    • Memberi cahaya di kegelapan
    • Memperoleh pahala seperti orang bersedekah
    • Memperoleh cahaya di hari kiamat
    Keistimewaan yang terdapat dalam surat yasin ini tentu saja harus mempunyai dasar yang kuat serta didukung dengan dalil atau hadist yang shahih, karena dizaman sekarang orang yang awan dalam memahami agama terkadang mereka selalu menilai sesuatunya benar meskipun tanpa adanya dalil yang menyertainya, seperti hal nya ketika ada seseorang yang membaca Surat Yasin pada orang yang akan atau sudah meninggal.

    Dalam hadist Surat Yasin yang dibacakan terhadap orang yang akan atau sudah meninggal ini dinilai DHA’IF.

    Dan bunyi dari hadistnya seperti ini:

    Dari Ma’qil bin Yasar r.a, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    اقْرَءُوا (يس) عَلَى مَوْتَاكُمْ

    "Bacakanlah surah Yasin pada orang yang hampir mati di antara kalian." (HR. Abu Daud, no. 3121; Ibnu Majah, no. 1448; An-Nasa’i dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, no. 1074)

    Hadits ini memiliki 2 alasan Dha’if

    1. Hadits ini mengalami idhthirab dalam sanad. Hadits ini diriwayatkan dari Abu ‘Utsman, dari bapaknya, dari Ma’qil secara marfu’ (sampai pada Nabi SAW). Ada pula riwayat yang menyebutkan dari Abu ‘Utsman, dari Ma’qil secara marfu’, tanpa menyebut bapak dari Abu ‘Utsman. Juga ada riwayat yang menyebut dari seseorang (tanpa menyebut nama), dari bapaknya, dari Ma’qil secara marfu’. Ada juga riwayat dari Ma’qil secara mawquf (hanya sampai pada sahabat Nabi saja, artinya jadi perkataan Ma’qil).
    2. Sebagaimana disebutkan oleh Imam Adz-Dzahabi dalam Mizan Al-I’tidal fii Naqd Ar-Rijal, Abu ‘Utsman dan bapaknya adalah perawi majhul (tidak dikenal) yang tidak diketahui siapa mereka.
    Namun perlu dipahami, Abu ‘Utsman yang dimaksud di atas bukanlah Abu ‘Utsman An-Nahdi. Karena Sulaiman At-Taimi biasa memiliki riwayat dari Abu ‘Utsman An-Nahdi, nama aslinya adalah ‘Abdurrahman bin Mall. Abu ‘Utsman An-Nahdi di sini kredibel, seorang yang terpercaya dan seorang ahli ibadah sebagaimana disebutkan dalam At-Taqrib. Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam At-Talkhish (2:110) menukil dari Ibnul ‘Arabi, dari Ad-Daruquthni, ia berkata, "Sanad hadits ini dha’if, matannya majhul (tidak diketahui). Tidak ada hadits yang shahih dalam bab ini sama sekali." (Lihat Minhah Al-‘Allam, 4:241-242).

    Al-Hafizh Abu Thahir dalam Tahqiq sunan Abu Daud juga mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if sebagaimana dalam takhrij Sunan Abi Daud.

    Sudah jelas, kesimpulan hadits di atas ini, berarti membaca Surat Yasin untuk orang yang akan mati tidaklah disyari’atkan karena hadits tersebut dha’if.

    Sebenarnya sudah cukup dengan mentalqinkan orang yang akan meninggal dunia dengan kalimat laa ilaha illallah sebagaimana sabda Nabi SAW.

    لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

    "Ingatkanlah (talqinkanlah) pada orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dengan kalimat laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah)." (HR. Muslim, 916, dari Abu Sa’id Al-Khudri; no. 917, dari Abu Hurairah).

    Tentu saja dari penjelasan tersebut sudah dapat anda pahami bukan, jadi jika memang poin-poin di atas pada surat yasin dinilai sangat istimewa maka dari itu kita harus tahu betul dalil atau hadist yang menerangkannya, sebab jika kita hanya ikut-ikutan dalam artian tidak mengetahui dalilnya maka kita akan berdosa, karena mekukan sesuatu hal yang tidak di contohkan oleh Rasulullah SAW.
    Al-Qur’an yang di wahyukan Allah SWT terdiri dari 30 juz, dan semua surat yang ada dalam kitab Al Qur'an dari mulai surat Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Namun kebanyakan umat Islam yang mengutamakan atau mengkhususnya surat-surat tertentu seperti surat yasin dan banyak juga umat islam diseluruh dunia ketika malam jum'at datang mereka selalu membaca Surat Yasin atau yang biasa disebut dengan yasinan, karena memang sebagaimana dikemukakan di atas banyak fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membaca surat yasin pada malam jum'at.

    Namun, perlu diketahui juga bahwa banyak para ulama atau ahli hadits menghukumi hadits-hadits tentang keutamaan Surat Yasin antara dhaif (lemah) atau maudhu' (palsu), Alasannya karenanya, umat Islam tidak boleh menghususkan atau membaca Surat Yasin pada malam Jum'at dengan meyakini itu termasuk amal khusus yang disyariatkan padanya dan memiliki keutamaan tertentu.
     

    Dan dari banyaknya pendapat yang bermuculan sebenarnya memang tidak ada larang seseorang untuk membaca surat yasin pada malam jum'at, namun jika niatnya meyakini atau mengkhususkan itu lain cerita, karena ada beberapa ulama berpendapat bahwa membaca surat yasin atau Yasinan pada  malam Jum'at itu dianggap bid'ah jika membaca surat yasin dengan niat mengkhususkan untuk mendapat fadhilah tertentu, sebab kebanyakan dalil yang menyebutkan keutamaan (fadhilah) Surat Yasin adalah dalil-dalil yang lemah bahkan sebagian palsu. 

    TENTU SAJA PENDAPAT INI MENEGASKAN, BAHWA TIDAK DITEMUKAN HADIST/DALIL SHAHIH TENTANG ANJURAN DAN FADHILAH ATAU KEUTAMAAN ATAU KEISTIMEWAAN MEMBACA SURAT YASIN PADA MALAM ATAU HARI JUM'AT ATAU DALAM HAL TERTENTU.
    Seperti kedua Hadits dibawah ini:

    1. "Siapa yang membaca Surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya."

    Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Periksa: Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465).

    Jadi Hadits yang menyebutkan tentang membaca Surat Yasin pada malam hari ini yang akan di ampuni dosanya di nilai "Lemah (dhaif)"

    2. "Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati, maka ia mati syahid."

    Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (Periksa: Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).

    Jadi Hadits yang menyebutkan tentang membaca Surat Yasin setiap malam kemudian mati, maka matinya Syahid ini di anggap "Palsu (maudhu')".
    Namun, ada juga yang berpendapat bahwa boleh mengamalkan atau mengkhususkan surat atau ayat tertentu yang iya sukai didalam Al-Qur'an Seperti Surat Yasin, Ayat Kursi, Surat Al Baqarah, Surat Al Ikhlas, dan lainnya, (UNTUK KETERANGAN ATAU HADIST DAN DALILNYA SILAHKAN TANYA LANGSUNG KEPADA AHLINYA)
    DISINI ADMIN TIDAK AKAN MEMBAHAS TERLALU JAUH TETANG HUKUM MEMBACA ATAU FADHILAH DARI SURAT YASIN INI, KARENA MUNGKIN ILMU YANG ADMIN MILIKI MASIH CETEK TAKUTNYA SALAH, KARENA ADMIN JUGA MASIH BELAJAR, JADI SEBAIKNYA JIKA ANDA INGIN MENGETAHUI TENTANG HADIST DAN DALIL ATAU HUKUM MEMBACA SURAT YASIN PADA MALAM JUM'AT DAN SEBAGAINYA, SEBAIKNYA ANDA TANYAKAN KEPADA AHLINYA ATAU USTADZ YANG PAHAM BETUL DAN TAHU TENTANG HADIST MENGENAI SURAT YASIN INI, KARENA REFERENSI YANG ANDA DAPAT DARI INTERNET TERKADANG SUKA SALAH BAHKAN MENYESATKAN, DAN DIDALAM MEMPELAJARI ILMU AGAMA, SEBAIKNYA ADA PEMBIMBING / PENDAMPING (Dalam hal ini Ustadz / Ulama / Ahli Agama), KARENA ITU DAPAT MEMPERMUDAH DALAM PROSES BELAJAR. "JIKA TIDAK TAHU MAKA BERTANYA DAN JANGAN MENGAMBIL KESIMPULAN SENDIRI, KARENA DIDALAM MEMPELAJARI ILMU AGAMA ISLAM SEGALA SESUATUNYA ITU HARUS DILAKUKAN SECARA BENAR KARENA JIKA TIDAK MAKA BISA JADI BID'AH MESKIPUN YANG ANDA LAKUKAN MENURUT ANDA ITU BENAR".
    JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENYAMPAIAN ATAU PENJELASAN KAMI MOHON MAAF & SILAHKAN AJUKAN MELALUI FORM KOMENTAR, DAN INSYA ALLAH AKAN SEGERA DIPERBAIKI, KARENA ADMIN JUGA MANUSIA BIASA YANG TAK LUPUT DARI KESALAHAN.

    Demikianlah bacaan Surat Yasin yang bersumber dari https://islamagamauniversal.wordpress.com dan www.kampungsunnah.co.nr ini, semoga bermanfaat dan dapat diamalkan. Sekian dan terimakasih.